Pelajaran Berharga dari Kasus Bunuh Diri Yohan Sinaga

Pelajaran Berharga dari Kasus Bunuh Diri Yohan Sinaga

Sebelumnya bahas lebih jauh, sebaiknya kita baca kembali surat dari remaja malang berusia 14 tahun ini, yang ditemukan gantung diri di sebuah rumah tua di Kel. Oebufu, Kec. Oebobo Kota Kupang, Senin (14/10) kemarin.
==============

Untuk Semua Yang Benci Yohan

Terima kasih banyak untuk Mam besa dan Bap besa untuk semua pengorbanan yang dilakukan untuk Yohan. Yohan minta maaf. Yohan jalan tanpa pamit. Yohan sadar kalau Yohan sama sekali sonde berguna untuk Besa dong. Yohan di rumah sonde pernah kerja. Mam besa/Bap besa minta tolong Yohan, Yohan melawan. Bap besa mau jalan pi mana-mana, Yohan sonde pernah ada hati untuk antar Bap besa deng motor. Yohan minta maaf!!! Yohan pikir Yohan bisa capai 2 tujuan hidup Yohan pribadi….tapi ternyata sonde bisa.

Yohan punk tujuan hidup itu:

-Yohan bisa sekolah bae2 minimal lulus SMA, supaya bisa membantu sedikit meringankan beban2 Besa dong dengan katong punk kebutuhan sehari-hari.

-Yohan harus membunuh Antonius Sinaga. Dia harus mati di Yohan punk tangan karena Yohan punk mama mati di dia punk tangan. Yohan harus balas dendam!

Yohan sebenarnya bisa menghapus dendam terhadap Antonius Sinaga. Tapi, setiap waktu Yohan punk dendam semakin mendalam karena di Besa dong punk rumah, di mata semua orang, Yohan tu salah. Jadi Yohan selalu diolok-olok tentang keturunan. Semua hujatan besa dong tentang Yohan punk keluarga kandung.

Kalo ada yang ketemu ini surat, tolong kasih UCOK Sinaga supaya dia bisa membantu membalas dendam Yohan karena Yohan sonde bisa balas dendam ke Antonius Sinaga. Yohan minta tolong sebesar-besarnya agar salah satu saudara kandung Yohan bisa membantu balas dendam ke Antonius Sinaga.

Terima kasih banyak2 mam besa karena Yohan sudah diurus oleh besa dong selama tujuh tahun. Terima kasih besa!

Besa dong, Yohan pung mayat jangan dibikin syukuran apa segala macam, bikin repot besa dong sa. Le bae mam besa dong gali tanah kasih masuk Yohan langsung di dalam tanpa peti. Langsung sa supaya besa dong jangan rugi… Terima kasih.

12 Oktober 2019

Ttd

Yohanes S.P. Sinaga

Sapa sa yang ketemu ini surat tolong kasih di keluarga Bpk. Nahor Leltakaeb.
============

Sama seperti banyak orang, saat pertama membaca judul berita tentang Yohan di media online, saya bertanya: kenapa remaja ini nekad bunuh diri? Bodoh amat kalau masalahnya cuma sepeleh, seperti putus cinta. Tapi saat membaca surat Yohan di atas, jujur saya sangat merinding. Saya sempat meneteskan air mata, membayangkan pergulatan hidup Yohan saat menulis surat itu. Saya kasihan dengan Yohan. Jika saya di posisi Yohan, bisa jadi saya akan melakukan hal yang sama. Bunuh diri!

Beban hidup yang dipikul remaja blasteran Timor dan Batak ini memang sangat berat. Sungguh sangat berat. Apalagi bagi anak usia 14 tahun seperti dia. Ada trauma berkepanjangan yang tak luntur di ingatannya. Trauma akibat kehilangan ibu kandungnya sendiri. Orang yang dia cintai itu dibunuh secara sadis pada tahun 2012 lalu oleh orang yang juga dia cintai. Siapa lagi kalau bukan ayah kandungnya, Antonius Sinaga. Saat itu usia Yohan kira-kira 6 atau 7 tahun.

Yohan sebenarnya bisa pulih dari trauma, andai saja dia mendapatkan perhatian yang baik. Kalaupun bukan dari psikiater, paling tidak dari orang-orang sekitar. Sayang, trauma Yohan dibiarkan berkepanjangan begitu saja oleh orang-orang sekitar. Di samping kasih sayang, ternyata juga ada olok-olokan (bully-an) yang harus dia terima. Akibatnya, niat mulia Yohan untuk menghapus dendam kepada sang ayah tidak tercapai. Sebaliknya, dendam kepada Antonius Sinaga yang kini mendekam di penjara kian membara. Bahkan niat balas dendam itu dijadikan sebagai ‘cita-cita’ yang harus dia gapai.

“Yohan sebenarnya bisa menghapus dendam terhadap Antonius Sinaga. Tapi, setiap waktu Yohan punk dendam semakin mendalam karena di Besa dong punk rumah, di mata semua orang, Yohan tu salah. Jadi Yohan selalu diolok-olok tentang keturunan. Semua hujatan besa dong tentang Yohan punk keluarga kandung.”

Olok-olokan yang dimaksudkan Yohan, mungkin biasa bagi kita. Kita mungkin anggap itu sekadar kelakar, dan lain sebagainya. Tapi tidak bagi orang-orang seperti Yohan yang sedang berjuang melupakan pengalaman pahit itu. Miris benar. Dia sudah trauma, di-bully lagi. Pada akhirnya, Yohan putus asa. Dia memilih mati dengan cara sadis. Bunuh diri! Ah…Yohan-ku sayang, Yohan-ku malang. Maafkan kami adik. 😢

Yohan… goresan luka hati yang kamu tuangkan pada selembar kertas itu memberikan banyak pelajaran buat kami agar kedepannya tidak ada Yohan-Yohan yang lain di sekitar kami.

Selamat Jalan Yohan. Kami tidak membencimu adik. Sebaliknya kami membenci diri kami yang membiarmu pergi tanpa memperhatikanmu. Allah Yang Maha Pengampun pasti mengampuni dosamu. Juga mengampuni dosa kami yang mem-bully orang lain dan tidak memperhatikan dengan baik orang-orang seperti Yohan.

sumber :INFO KRIMINAL & LALU LINTAS ( Nusantara ) – Tonny D Wahey

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Penemuan Beberapa Butir Peluru di Barat PKU Jogja

Thu Oct 17 , 2019
Penemuan peluru Di jln KHA dahlan… Barat PKU jogja Info terkini sumber : info cegatan jogja (Heri Bolang Tio) Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Email Baca Juga :   Info Orang Hilang : Ragiyem

Berita Tugu

Pusat Berita Terupdate Dari Kotamu

Pusat Berita Terupdate Dari Kotamu