Irkham Mila Sedang Menapaki Anak Tangga

“Walah, pemain ganteng dituker sama pemain unyu.”

Itu adalah kalimat pertama saat terjadi “barter” pemain antara PS Sleman dan Persis Solo. Chandra Waskito yang sudah mulai memudar di PSS ditukar dengan Irkham Zahrul Mila.

Nama Irkham Mila terdengar asing di telinga publik Sleman. Proses transfer ini juga tidak begitu menarik perhatian Sleman Fans, karena sebelumnya PSS sudah mendapatkan jasa Rangga Muslim dan Rifal Lastori untuk mengisi sisi sayap. Mila memang diproyeksikan sebagai pelapis keduanya.
Walau begitu, dengan wajahnya yang imut, dan baby face, bisa menenangkan Kito garis keras.

Mila lahir di Tegal, 2 Mei 1998. Pada tahun 2015 dia membela tim tanah kelahirannya, Persekat Tegal di ajang Piala Soeratin U 17. Tidak sampai disitu, di usia yang masih sangat muda dia bergabung dengan Persip Pekalongan pada tahun 2016. Tahun berikutnya, dia berseragam Persibas Banyumas di Liga 2. Satu musim bersama Persibas, dia mencatatkan 14 kali main dengan 2 gol.

Karir berjenjang Mila ini tergolong sangat mulus. Setelah perjalanan Persibas di Liga 2 2017 berakhir, dia merapat ke Persis Solo. Bahkan di pertandingan debutnya bersama Persis, dia berhasil mencetak gol. Kala itu, Persis berhadapan dengan Cilegon United di babak 16 Besar Liga 2. Bersama Laskar Sambernyawa, Mila bermain sebanyak 9 kali dan mencetak 2 gol, Walaupun akhirnya Persis gagal lolos ke babak semifinal.

Di awal kompetisi Liga 2 2018, Mila memilih untuk bergabung dengan PSS. Disaat bersamaan, PSS juga kehilangan Chandra Waskito yang memilih kembali ke kampung halamannya. Tahun pertama berseragam PSS, dia bukanlah pilihan utama coach Seto. Mila menjadi penghangat bangku cadangan karena moncernya performa Rifal Lastori dan Rangga Muslim.

Ketika PSS promosi ke Liga 1, manajemen PSS melakukan evaluasi terhadap pemain musim sebelumnya. Mila sempat akan dipinjamkan ke Persik Kediri karena ketatnya persaingan di sayap. Adanya regulasi pemain U-23 membuat PSS tetap mempertahankan Mila di dalam skuat.

Dalam skuat PSS mengarungi Liga 1 2019, tercatat ada nama Rangga Muslim,Kushedya Hari Yudho, Arsyad Yusgiantoro, dan Haris Tuharea. Hal ini membuat publik Sleman memandang sebelah mata kehadiran Mila. Sama seperti tahun lalu, Mila masih dianggap sebagai pelengkap. Saya sendiri beranggapan bahwa Mila akan sulit bersaing untuk sekedar masuk ke bangku cadangan.

Roda itu bundar, sama seperti bola itu bulat. Tidak ada yang tau tentang bagaimana nasib seseorang. Pertandingan tandang melawan Persija Jakarta pada 3 Juli 2019 menjadi titik balik karir Mila di PSS. Masuk di akhir babak kedua, Mila berhasil bermain baik dan merepotkan lini pertahanan Macan Kemayoran.

Penampilan prima Mila di laga itu membuat Seto mempercayakan posisi sayap kepada Mila. Puncaknya Mila mencetak gol kemenangan PSS di kandang Madura United. Gol pertamanya di Liga 1.
Starting demi starting dia jalani bersama PSS. Sampai artikel ini ditulis, Mila telah bermain sebanyak 16 kali di kompetisi Liga 1. Satu gol dan 4 assist telah dia torehkan bersama PSS musim ini. Mungkin ini menjadi statistik terbaik Mila ketika membela sebuah klub.

Hal ini membuat Indra Sjafri selaku pelatih kepala Timnas U-22 memanggil Mila ke seleksi Timnas U-22. Permainan Mila di pemusatan latihan pun dipuji oleh Indra Sjafri. Dia mengatakan bahwa permainan Mila cepat berkembang karena dia bermain reguler di kompetisi.

Penampilannya yang bagus saat mengikuti sebuah trofeo di Yogyakarta membuat Indra Sjafri akhirnya mempertahankannya dalam skuat Timnas U-22 dan memboyongnya ke Tiongkok. Perlu kita ketahui, dalam trofeo itu Mila berhasil mencatatkan satu assist kala menghadapi salah satu tim Liga 2 yang juga bertindak sebagai tuan rumah.

Siapa sangka, pemain yang 4 tahun yang lalu hanya memperkuat tim Soeratin di daerahnya, kini bisa terbang ke Tiongkok untuk membela Timnas U 22. Jika kita ibaratkan, perjalanan karir seorang Mila ini seperti sedang menaiki sebuah tangga. Dia memulai dari bawah, perlahan tapi pasti dia naik, ke anak tangga yang lebih tinggi. Saat ini dia sedang berada di tengah, dan bukan tidak mungkin kita akan melihat dia berada di puncak tangga.

Dari cerita perjalanan karir Mila kita bisa memetik pelajaran yang berharga: Teruslah berjuang, jangan pernah berhenti berusaha. Jangan cepat putus asa, kesempatan itu pasti ada. Kita semua akan berhasil, hanya kita tidak tau kapan itu akan terjadi.

sumber : sleman-football.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

BASARNAS Yogyakarta Berhasil Mengevakuasi 2 Pekerja Yang Tertimbun Talud

Thu Oct 10 , 2019
Basarnas Yogyakarta beserta Tim SAR Gabungan berhasil evakuasi 2 orang pekerja yang tertimbun talud dalam keadaan selamat #basarnas #basarnasyogyakarta #sarnasional #SARgabungan sumber : Twitter BASARNAS YOGYAKARTA (@basarnasyyk114) Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Email Baca Juga :   Pelaku Kerusuhan Laga PSIM vs Persis Solo Berhasil […]

Berita Tugu

Pusat Berita Terupdate Dari Kotamu

Pusat Berita Terupdate Dari Kotamu