fbpx

Sejarah di Balik Wedang Ronde

Sejarah-di-balik-Wedang-Ronde

Sejarah-di-balik-Wedang-Ronde-

Setelah kemarin membahas mengenai ronde di daerah Salatiga dan Yogyakarta kini mulai timbul pertanyaan sebenernya awal mula ronde itu gimana sih. Mulai saya mencari kesana kemari sumber bahan mengenai sejarah dibalik ronde mulai dari web lokal , interlokal hingga international. Ini adalah ringkasan yang saya bisa paparkan

Ronde bisa dikatakan berasal dari China hanya bukan turunan langsung namun telah bercampur dengan budaya lokal sehingga menghasilkan cita rasa dan komposisi yang berbeda.

Dimana dari segi sejarah China selatan sendiri memiliki makanan tradisional dengan nama asli Tāngyuán dimana memiliki arti Reuni KeluargaTāngyuán biasanya disajikan dalam perayaan penting masyarakat Tionghoa salah satu perayaan penting nya adalah Dongzhi atau bisa dikatakan sebagai hari terakhir musim panen dan biasanya di akhiri oleh reuni keluarga, nah saat seperti ini Tāngyuán disajikan untuk dinikmati. Tāngyuán di daerah China berbentuk bola bola yang berasal dari ketan, Tāngyuán  sendiri ternyata memiliki penamaan yang berbeda di China Utara yaitu Yuanxiao. Seiring berjalanya waktu penduduk selatan menyajikan dengan cita rasa manis yaitu dengan gula, wijen , bunga osmanthus, pasta kacang manis dan manisan kulit jeruk berkebalikan dengan warga China utara yang menyajikan dengan cita rasa asin

Baca Juga :   Tabel hasil laporan perkembangan data pasien covid-19 di Yogyakarta update 10 April 2020

Sejarah-di-balik-Wedang-Ronde- Sejarah-di-balik-Wedang-Ronde-

dengan masuknya orang Tionghoa yang masuk ke indonesia maka minuman ini juga mulai masuk ke indonesia, dan dinamai ronde karena memiliki makna adonan khusus yang terdiri dari tepung beras. Di daerah jawa wedang ronde dulunya di sajikan setelah pentas wayang namun sebagian warga China di Indonesia membedakan tangyuan dan yuanxiao sebagai berikut. Tangyuen adalah ronde tanpa isi (disajikan dengan air jahe manis) yang dikonsumsi pada tanggal 22 Desember, sementara yuanxiao adalah ronde dengan isi manis (disajikan dengan kuah tawar) yang dikonsumi pada purnama pertama pada tahun baru Imlek.

Baca Juga :   Ini Dia Sejarah Produk Asli Indonesia , Tempe

Di Pulau Bangka, tangyuan dinamakan “siet yen”, yang dibuat dari ketan atau ubi yang disajikan dengan kuah dari gula aren atau jahe.

sumber : foodbuddy.id


Next Post

Seperti di Film Frozen, Ini Pemandangan Memukau Embun di Dieng

Sun Jun 14 , 2020
Dikutip dari Twitter @jateng_twit “Frozen 13 Juni ’20, kalau mau menikmati embun es di dieng disarankan datang pada pkl 05.00-06.30 wib, pastinya suhu minus jangan lupa bawa jaket tebal dan perlengkapan biar tdk kedinginan” Embun es ke 2 , ditahun 2020. Dingin kali -3°c @travelerekonomi Memang sejak lama fenomena Seperti […]

Berita Tugu

Pusat Berita Terupdate Dari Kotamu

Berita Tugu | Pusat Berita Terupdate Dari Kotamu | https://www.beritatugu.com