fbpx
 

Simpan Telur Supaya Bisa Makan Ayam | Tips Memulai Bisnis Saat Jadi Karyawan

Kenapa Telur dan Ayam ?? mari kita simak ilustrasi berikut.

Amir seorang anak yang rajin. Dia bekerja membantu pak lurah memelihara ayam. Tugasnya membuka kandang saat subuh, menyiapkan makanan, dan memasukkan ayam saat senja tiba. Sebagai bayaranya dia mendapat uang dan 3 butir telur setiap harinya. Telur yang diperolehnya digunakan untuk lauk makan keluarganya. Hal ini berlangsung selama berbulan-bulan. Hingga suatu malam amir ingin suatu saat makan ayam goreng tetapi dia tidak mempunyai ayam ataupun mampu membelinya yang dia punya hanya telur yang setiap hari menjadi jatahnya. Kemudian dia berpikir untuk menyisihkan 1 butir telur setiap harinya. 1 Butir itu berusaha di tetaskanya menjadi ayam. Dari beberapa telur yang ia sisihkan tentu saja ada beberapa yang tidak menetas namun banyak pula yang menetas. Kini setelah beberapa bulan , amir   tidak hanya bisa makan ayam goreng namun bisa memiliki banyak ayam yang menghasilkan telur juga

Nilai apa yang bisa kita ambil dari amir ini ?

  1. Memulai sebuah bisnis ketika ada niat dan cita-cita memperoleh hal yang lebih baik.
    Seperti cerita amir ini, dia memulai sebuah usaha berawal dari keinginan yang simple “makan ayam goreng”. Banyak orang terbuai dengan eforia bisnis dan startup tetapi kadang lupa akan targetnya diri sendiri. Ketika satu trend muncul lalu berbondong-bondong membuat. Fokus pada satu tujuan dan konsisten mengusahakannya tentu akan menjadi modal yang baik memulai bisnis. Tidak perlu rumit dalam memilih tujuan, simple namun jelas.
  2. Tidak ada kata terlambat
    Seorang teman yang usianya berada beberapa tahun di atas saya mengeluh tentang keterlambatanya memulai sebuah bisnis. Saya berkata justru sebaliknya, orang yang sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan cenderung merasa terlambat untuk memulai sebuah bisnis. Padahal kemapanan financial justru dapat dijadikan landasan memulai bisnis, kuncinya adalah mencapai target yang lebih baik. Kita ambil contoh amir, dia sudah mapan dalam kasus ini , dia sudah memiliki penghasilan dan makan telur yang teratur. Keingina mencapai hal yang lebih baik mendorongnya mampu berusaha menyisihkan dari kemampananya untuk dikembangkan.
  3. Menyisihkan penghasilan untuk dikembangkan menjadi bisnis
    Terkait dengan poin kedua dimana ada contoh amir menyisihkan sedikit dari apa yang biasa dia nikmati untuk dikembangkan. Mengutip salah satu nasihat dari rekan yang ahli keuangan. Jika anda sudah mapan bagilah keuangan anda seolah-olah menjadi 3 kotak. Kotak disini bisa berarti rekening ataupun tempat penyimpanan uang lain. Kotak pertama anda isi dengan 1x kebutuhan bulanan anda, maksudnya ini menjadi pos keuangan bulanan anda termasuk makan, minum, listrik, dll. Kotak kedua mulai isi dengan 3x kebutuhan bulanan, kotak kedua ini berfungsi sebagai “rakit” penyelamat ketika kotak pertama habis. Dan taruhlah sisa uang anda di kotak ketiga. Kotak ketiga ini berguna untuk investasi dan bisnis. Jadi berbisnis tetap dengan perhitungan. Anda juga dapat berhemat dengan memotong beberapa pengeluaran yang kurang penting. Tentu anda sendiri yang tau persis kebutuhan apa yang bisa dihemat.
  4. Kerja Keras, Kegagalan, Dan Manisnya Keberhasilan
    Saya sangat tidak suka dengan seminar-seminar bertema mudahya berbisnis. Saya katakan 99% dusta. Tidak ada bisnis yang menghasilkan kesuksesan tanpa resiko dan kerja keras. Karena dengan kerja keras itulah anda tahan akan pahitnya kegagalan. Kegagalan bisa datang dari manapun, faktor kecerobohan diri sendiri, faktor kegagalan karena ketidakpuasan konsumen, atau kegagalan karena ditipu. Tapi justru ketika kita bertahan maka ketika keberhasilan itu diraih maka akan sangat manis.
  5. Manisnya keberhasilan adalah saat mensyukuri keadaan yang telah berubah lebih baik
    Untuk hal ini saya mengalaminya sendiri, dimana ada rasa syukur ketika kita sudah berada di satu, dua atau bahkan 10 level lebih baik dari keadaan awal kita saat mulai berbisnis. Dan manisnya keberhasilan akan terasa sangat manis ketika kita bagikan bersama keluarga, sahabat, kawan, rekan-rekan, atau bahkan kepada Tuhan dalam ucapan doa syukur dan kewajiban rohani baik itu persembahan atau amal.

Semoga menjadi inspirasi kita semua, hal yang simple dan diusahakan benar-benar dapat membawa kita ke kehidupan lebih baik. Jika anda bertanya kenapa saya menggunakan nama “amir” sebagai ilustrasi cerita ? jawabanya simple, amir selalu identik dengan anak yang suka membolos di buku-buku pelajaran SD. :)mari melihat sosok lain amir… he.he.he…
SUMBER : http://www.thetechnopreneur.com/content/383/simpan-telurnya-supaya-bisa-makan-ayam/

Next Post

Quotes : Majulah Meski Harus Dengan Merangkak

Sat Apr 5 , 2014
“Majulah meski harus dengan merangkak…. Jangan pernah berhenti apalagi kembali….” Baca Juga :   Yuk Bersama Kita Cegah Covid-19 Dengan Di Rumah aja

Berita Tugu

Pusat Berita Terupdate Dari Kotamu

Berita Tugu | Pusat Berita Terupdate Dari Kotamu | https://www.beritatugu.com